Tentang Kami

Melawan Banalitas – Menumpas Kebebalan

Sisyphus Muda adalah kelompok belajar yang terdiri dari mahasiswa, juru tulis, pustakawan, pekerja, fotografer, dan elemen sipil lainnya. Berusaha menghadirkan perspektif kritis atas realitas yang terjadi melalui tulisan dan media lainnya. 
Bertujuan melawan banalitas yang merupakan warisan Orde Baru dari praktik pembungkaman publik, pelarangan keterbukaan ilmu pengetahuan, dan pengontrolan arus media massa, serta praktik pendisiplinan lainnya yang berakibat pada pendangkalan kualitas berpikir kritis. Dan menumpas kebebalan yang merupakan watak sebagian orang karena terbiasa hanya mengonsumsi satu sumber informasi melalui patronase yang dilakukan kementerian penerangan di era Orde Baru.  


Penggunaan Nama Sisyphus

Mitologi Yunani menggambarkan kisah Sisyphus sebagai raja dari Corinth. Suatu hari Sisyphus mengungkapkan rahasia Zeus, yang mengakibatkan Zeus marah dan menjatuhinya hukuman untuk mendorong batu besar hingga kepuncak bukit, namun setiap batu akan mencapai puncak bukit, dengan sendirinya batu itu akan berguling sampai ke bawah bukit. Sisyphus harus terus mengulang hukuman itu, sungguh sebuah nasib malang.

Bahkan ungkapan sudah jatuh tertimpa tangga sama sekali tidak mendekati tingkat kemalangan seorang Sisyphus, dalam konteks manusia Indonesia hari ini mungkin kemalangannya hanya mampu disandingkan dengan mereka yang percaya bahwa dengan mengikuti iklan cara cepat kaya tanpa modal, dapat merubah nasib. memangnya uang tinggal dipungut.

Kisah sisyphus sangat menggambarkan hidup kami yang juga malang, bahkan mungkin kita semua, coba saja perhatikan setiap harinya kita mengulang rutinitas untuk terlepas dari kekhawatiran besok hari masih bisa makan atau tidak?. Kita bekerja hingga akhir bulan berharap mendapat gaji yang bisa membuat kehidupan di bulan selanjutnya lebih ringan, namun belum lewat satu minggu di awal bulan kita sadar makanan masih mi instan saja, sehingga mengharuskan kita untuk kembali bekerja sampai akhir bulan, belum lagi bos di kantor hanya tahu cara marah dan menggoda para gadis muda seperti halnya Zeus.

Siklus hidup berusaha lalu berakhir pada kesia-sian adalah potret hidup kita semua, baik kaum buruh, petani, pelajar, sopir truck, pengawai kantoran, dan para manusia bernasib malang lainnya. Banalitas adalah diri kita, sedang kebebalan adalah musuh kita.

Namun sebagai manusia dengan tingkatan iman rendah setara ukuran penyimpanan  disket, kami masih percaya janji tuhan bahwa manusia bisa merubah nasibnya sendiri. Agar bisa keluar dari kebanalan, kami berusa memeriksa hidup dengan merenung, sebagaimana ungkapan Socrates yang agung “hidup yang tidak diperiksa tak layak untuk dijalani”. Hasil renungan itu kemudian kami tuliskan dan kami simpan dalam blog ini, karena kami menghormati sesepuh Pramoedya Ananta Toer yang berkata “menulis adalah bekerja untuk keabadian”.

Setidaknya kami berharap tulisan dalam blog ini menambah ukuran dan tingkat racun dari sampah digital yang berserakan di segala aplikasi dalam hp cicilan anda, hingga suatu hari sampah ini  bersama sampah lainnya akan membusuk dan mengeluarkan bau menyengat yang menyumbat sistem pernafasan para manusia bebal, nasib baik jika mereka langsung mati, nasib buruk bagi kita jika justru mereka berubah menjadi mutant seperti Mystique.

Waktu Pembentukan Sisyphus

Sisyphus Muda dibentuk pada 8 Oktober 2018, sebagai penghormatan terhadap Pemimpin gerilya Kuba, Che Guevara yang ditangkap bersama dengan pengikutnya di Bolivia pada 8 Oktober 1967.